Selasa, 30 April 2013

Contoh Kasus Fisika Dan Kimia yang berhubungan dengan psikologi

Diposkan oleh Sharia Vebiriana di 02.14
Contoh Kasus Fisika Dan Kimia Yang Berhubungan Dengan Psikologi


Contoh Kasus Kimia Penyebab Rasa Lapar

1.     Senyawa Kimia dalam darah

Ada 3 senyawa kimia yang penting dalam rasa lapar, makan dan rasa puas (perasaan kenyang) yaitu :

·           Glukosa

Makan adalah proses regulasi pada basis jangka pendek oleh kandungan gula dalam darah. Gula darrah adalah faktor penting dalam rasa lapar karena kemungkinan otak sangat tergantung pada guka untuk energinya. Satu reseptor gula terletak dalam otak, memicu rasa lapar ketika kadar gula dalam darah terlalu rendah. Sekelompok reseptor gula lain ada di liver yang menyimpan kelebihan gula dan melepaskannya kedalam darah bila diperlukan. Reseptor gula dalam liver memberi sinyal kepada otak ketika suplai gula berkurang, dan ini juga memberi pertanda yang membuat seseorang merasa lapar.

·           Hormon Insulin

Hormon insulin menyebabkan kelebihan gula dalam darah disimpan dalam sel-sel sebagai lemak dan karbohidrat. Suntikan insulin menyebabkan rasa lapar yang amat sangat  karena mereka menurunkan kadar gula secara drastis. Junith Rodin telah meneliti peran insulin dan glukosa dalam rasa lapar dan perilaku menyantap makanan. Ia menemukan ketika kita makan karbohidrat kompleks, seperti sereal, roti dan pasta maka tingkat insulin meningkat, namun kemudian menurun secara bertahap. Ketika kita mengkonsumsi gula sederhana seperti permen maka tingkat insulin meningkat dan kemudian langsung menurun dengan cepat. Konsekuensinya adalah kita akan cenderung makan lagi dalam beberapa jam kemudian setelah menyantap gula sederhana dibandingkan ketika kita menyantap karbohidrat kompleks.

·           Leptin

Leptin diambil adri bahasa Yunani yaitu leptos yang berarti “kurus”. Leptin merupakan sebuah protein yang dilepaskan oleh sel-sel lemak, menurunkan jumlah makanan yang diambil dan meningkatkan pengeluaran energi. Peran leptin dalam rasa puas makanan jangka panjang ditemukan dalam serangkaian ob dalam tikus yang mengalami obesitas. Tikus yang kelebihan berat badan (mengalami obesitas) memiliki metabolisme rendah, makan terlalu banyak dan menjadi terlalu gemuk. Sebua gen khusus yang dikenal sebagai ob biasanya memproduksi leptin. Leptin mempengaruhi dengan kuat metabolisme dan proses makan, bertindak sebagai hormon anti obesitas. Bagi manusia, kadar konsentrasi leptin dikaitkan dengan berat badan dalam suatu usaha diet dan prsentase berat badan yang hilang dala seluruh usaha diet.


Hubungan Penyebab Rasa Lapar Dalam Psikologis


Emosi

Faktor psikologis juga terlibat dalam pengaturan rasa lapar. emosi juga berperan dalam proses makan.  Orang yang gugup cenderung makan lebih banyak disbanding biasa, dan orang yang depresi akan kehilangan nafsu makan mereka untuk waktu yang lama.
Mungkin faktor psikologis yang paling bermasalah adalah bagi mereka yang berusaha mengatur makan mereka, misalnya diet. Insentif adalah factor external yang mengaktifkan motif. Bau dari roti yang baru dipanggang membuat kita merasa lapar. Insentif menghasilkan efek dari mekanisme otak yang sama yang mengatur aspek kimiawi dari rasa lapar. dengan melihat makanan, mengakibatkan neuron menstimulasi hipotalamus. Biasanya jika makanan tersebut adalah  makanan favoritnya dan bau dari makanan tersebut mengakibatkan pelepasan insulin yang akan menstimulasi rasa lapar dengan cara menurunkan kadar gula dalam darah.

Motivasi   

Motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.
Misalkan seseorang mulai merasa lapar ketika dia melihat ada iklan di televisi tentang makanan yang mengingatkannya bahwa terdapat makanan di dalam kulkasnya dan membuat dia pergi ke dapur untuk makan.
Beberapa motif seperti rasa lapar sebagian besar di pengaruhi oleh keadaan kimiawi internal. Seperti yang kita tahu beberapa faktor internal seperti kadar gula dalam darah penting dalam pengaturan rasa lapar. Tetapi beberapa motif lain seperti motivasi untuk sukses hanya sebagian kecil dipengaruhi oleh keadaan fisiologis internal. Dan biasanya pada kebanyakan motif faktor dari eksternal berperan penting. Misalnya, melihat iklan makanan di televisi merupakan faktor eksternal yang menstimulasi rasa lapar.

Id
Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian.
Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan, keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya adalah kecemasan negara atau ketegangan.
Sebagai contoh, peningkatan rasa lapar atau haus harus menghasilkan upaya segera untuk makan atau minum. id ini sangat penting awal dalam hidup, karena itu memastikan bahwa kebutuhan bayi terpenuhi. Jika bayi lapar atau tidak nyaman, ia akan menangis sampai tuntutan id terpenuhi.
Namun, segera memuaskan kebutuhan ini tidak selalu realistis atau bahkan mungkin. Jika kita diperintah seluruhnya oleh prinsip kesenangan, kita mungkin menemukan diri kita meraih hal-hal yang kita inginkan dari tangan orang lain untuk memuaskan keinginan kita sendiri. Perilaku semacam ini akan baik mengganggu dan sosial tidak dapat diterima. Menurut Freud, id mencoba untuk menyelesaikan ketegangan yang diciptakan oleh prinsip kesenangan melalui proses utama, yang melibatkan pembentukan citra mental dari objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan.

Contoh Kasus Fisika Perubahan Zat Cair Menjadi Padat
Suatu materi mengalami perubahan fisika, adalah perubahan zat yang bersifat sementara, seperti perubahan wujud, bentuk atau ukuran. Perubahan ini tidak menghasilkan zat baru.
Jika kita memanaskan es, maka es tersebut akan berubah menjadi air, selanjutnya jika kita panaskan terus maka air akan berubah menjadi uap air.
Peristiwa ini hanya menunjukan perubahan wujud dimana es, adalah air yang berbentuk padat, dan air yang berbentuk cair, dan uap air adalah air yang berbentuk gas. Tampak bahwa zat masih tetap air. Berbagai macam perubahan wujud adalah contoh perubahan fisika. Beberapa contoh di bawah ini, adalah perubahan wujud yang mudah kita amati.
Proses membeku, perubahan dari zat cair menjadi zat padat karena terjadi penurunan suhu, membuat es dan membuat agar-agar atau jelly adalah proses yang sering dilakukan oleh ibu kita.
Penyubliman adalah peristiwa perubahan zat padat berubah menjadi gas. Dalam kehidupan sehari-hari  mudah kita jumpai, misalnya kapur barus yang menyublim menjadi gas berbau wangi. Menghablur merupakan peristiwa perubahan gas menjadi padatan, peristiwa ini sering disebut juga dengan pengkristalan. Proses di laboratorium dapat dilakukan untuk membuat kristal amonium sulfat yang berasal dari gas amonia dan belerang dioksida.
Perubahan wujud yang lain adalah menguap, mencair dan mengembun. Peristiwa ini dapat diamati pada peristiwa hujan. Peristiwa ini diawali dengan penguapan air ke udara,  selanjutnya mencair kembali dan kembali ke permukaan bumi.

Hubungan Perubahan Zat Cair Menjadi Padat Dengan Psikologi

Id

Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian.
Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan, keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya adalah kecemasan negara atau ketegangan.
Sebagai contoh, peningkatan rasa lapar atau haus harus menghasilkan upaya segera untuk makan atau minum. id ini sangat penting awal dalam hidup, karena itu memastikan bahwa kebutuhan bayi terpenuhi. Jika bayi lapar atau tidak nyaman, ia akan menangis sampai tuntutan id terpenuhi.
Namun, segera memuaskan kebutuhan ini tidak selalu realistis atau bahkan mungkin. Jika kita diperintah seluruhnya oleh prinsip kesenangan, kita mungkin menemukan diri kita meraih hal-hal yang kita inginkan dari tangan orang lain untuk memuaskan keinginan kita sendiri. Perilaku semacam ini akan baik mengganggu dan sosial tidak dapat diterima. Menurut Freud, id mencoba untuk menyelesaikan ketegangan yang diciptakan oleh prinsip kesenangan melalui proses utama, yang melibatkan pembentukan citra mental dari objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan.










0 komentar:

Poskan Komentar