Kamis, 26 Maret 2015

Artikel 2: Perbedaan Antara Konseling Dan Psikoterapi Dan Pendekatan Terhadap Mental Illness Dan Bentuk Terapi Utama

Diposkan oleh Sharia Vebiriana di 07.11
Nama: Sharia Vebiriana
Kelas: 3PA03
NPM: 16512960

Perbedaan Antara Konseling Dan Psikoterapi

Blocher (1966) mengemukakan ciri cirinya untuk membedakan antara konseling dan psikoterapi sebagai berikut:

·      Klien yang menjalani konseling tidak digolongkan sebagai penderita penyakit jiwa, tetapi dipandang sebagai seseorang yang mampu memilih tujuannya, membuat keputusan,  dan secara umum bisa bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri  dan terhadap hari depannya.

·         Konseling dipusatkan pada keadaan yang sekarang dan yang akan datang.

·   Klien adalah klien dan bukan pasien. Konselor bukanlah tokoh otoriter namun adalah seorang “pendidik” dari klien dalam melangkah bersama untuk mencapai tujuan

·   Konseling ditandai oleh jangka waktu yang lebih singkat , lebih banyak melakukan evaluasi psikologis, lebih menekankan pada situasi yang riil, lebih kognitif dan berkurang itensitas emosi

Konseling bertujuan membantu seseorang dalam menghadapi tugas-tugas perkembangan agar bisa berlangsung lancar. Misalnya, remaja yang dibantu menghadapi masalah mengenai kehidupan kebebasan yang dituntut dari orang tua, atau masalah pekerjaan yang sabaiknya diambil. Sedangkan psikoterapi bertujuan untuk menangani penyimpanan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya. Singkatnya, psikoterapi berhubungan dengan tujuan penyembuhan.

Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Pattersone (1973) Dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983)


Konseling
Psikoterapi
1.    Klien
1.    Pasien
2.    Gangguang yang kurang serius
2.    Gangguan yang serius
3.    Masalah: jabatan dan pendidikan
3.    Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4.    Berhubungan dengan pencegahan
4.    Berhubungan dengan penyembuhan
5.    Lingkungan pendidikan dan non medis
5.    Lingkungan medis
6.    Berhubungan dengan kesadaran
6.    Berhubungan dengan ketidaksadaran
7.    Metode pendidikan
7.    Metode penyembuhan

Pendekatan Terhadap Mental Illness Dan Bentuk Terapi Utama

·         Pendekatan Psikoanalitik
Teknik psikoanalisis dikemukakan oleh Sigmund Freud. Psikoanalisis memandang kejiwaan manusia sebagai ekspresi dari adanya dorongan yang menimbulkan konflik. Dorongan-dorongan ini sebagian disadari dan sebagian besar tidak disadar mempunyai pengaruh yang besar terhadap keadaan yang sekarang.
·         Pendekatan Afektif
Pendekatan afektif adalah pendekatan untuk melakukan perbahan terhadap cara pasien merasakan diri sendiri. Perubahan perilaku yang dikehendaki pada suatu terapi bisa dilakukan dengan pendekatan melalui 3 kelompok yaitu afektif, behavior dan kognitif
·         Pendekatan Behavioristik
Tokoh terkenal Behavioristik yaitu John Broadus Watson, aliran yang menitikberatkan peranan lingkungan, peranan dunia luar sebagai faktor penting dimana seseorang dipengaruhi, seseorang belajar. Menurut Masters, et al (1987), teknik yang dipakai dalam terapi perilaku adalah relaksasi, pengebalan, latihan kepekaan, peniruan melalui model, kondisioning aktif, penguasaan diri, kejenuhan dan kondisioning melalui penolakan
·         Pendekatan Kognitif
Terapi kognitif adalah terapi yang mempergunakan pendekatan terstruktur,aktif, direktif dan berjangka waktu singkat, untuk menghadapi berbagai hambatan dalam kepribadian, misalnya ansietas atau depresi. Salah satu contohnya yaitu Beck’s Cognitive Therapy  yaitu dengan mengubah pola pikir seseorang dari negatif ke pola pikir yang postif.

Sumber

·  Gunarsa, Singgih D. 1992. Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
·         http://2.bp.blogspot.com /backlink.jpg
·       Johnson, Sheri L, dan Ann Kring. 2011. Abnormal Psychology ed.12. United State: John Wiley


0 komentar:

Poskan Komentar